Surah Al-Mu’minun ( Ayat 21-40 ) ~ ~ Bacaan [ Arab – Latin – Terjemah Bahasa Indonesia ]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 21

وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً ۖ نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

21. Wa-inna lakum fii al-an’aami la’ibratan nusqiikum mimmaa fii buthuunihaa walakum fiihaa manaafi’u katsiiratun waminhaa ta/kuluuna

21. Dan Sesungguhnya pada binatang-binatang ternak, benar-benar terdapat pelajaran yang penting bagi kamu, kami memberi minum kamu dari air susu yang ada dalam perutnya, dan (juga) pada binatang-binatang ternak itu terdapat faedah yang banyak untuk kamu, dan sebagian daripadanya kamu makan,


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 22

وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُونَ

22. Wa’alayhaa wa’alaa alfulki tuhmaluuna

22. Dan di atas punggung binatang-binatang ternak itu dan (juga) di atas perahu-perahu kamu diangkut


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 23

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ

23. Walaqad arsalnaa nuuhan ilaa qawmihi faqaala yaa qawmi u’buduu allaaha maa lakum min ilaahin ghayruhu afalaa tattaquuna

23. Dan Sesungguhnya kami Telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 24

فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ

24. Faqaala almalau alladziina kafaruu min qawmihi maa haadzaa illaa basyarun mitslukum yuriidu an yatafadhdhala ‘alaykum walaw syaa-a allaahu la-anzala malaa-ikatan maa sami’naa bihaadzaa fii aabaa-inaa al-awwaliina

24. Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: “Orang Ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih Tinggi dari kamu. dan kalau Allah menghendaki, tentu dia mengutus beberapa orang malaikat. belum pernah kami mendengar (seruan yang seperti) Ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 25

إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ بِهِ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوا بِهِ حَتَّىٰ حِينٍ

25. in huwa illaa rajulun bihi jinnatun fatarabbashuu bihi hattaa hiinin

25. ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, Maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 26

قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي بِمَا كَذَّبُونِ

26. Qaala rabbi unshurnii bimaa kadzdzabuuni

26. Nuh berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku[996], Karena mereka mendustakan aku”

[996] Pertolongan yang dipermohonkan oleh Nuh kepada Allah ialah membinasakan kaumnya sehabis-habisnya. ( lihat selanjutnya surat Nuh ayat 26 )


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 27

فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ ۙ فَاسْلُكْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ ۖ وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا ۖ إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ

27. Fa-awhaynaa ilayhi ani ishna’i alfulka bi-a’yuninaa wawahyinaa fa-idzaa jaa-a amrunaa wafaara alttannuuru fausluk fiihaa min kullin zawjayni itsnayni wa-ahlaka illaa man sabaqa ‘alayhi alqawlu minhum walaa tukhaathibnii fii alladziina zhalamuu innahum mughraquuna

27. Lalu kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk kami, Maka apabila perintah kami Telah datang dan tanur[997] Telah memancarkan air, Maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang Telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, Karena Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan

[997] Yang dimaksud dengan tanur ialah semacam alat pemasak roti yang diletakkan di dalam tanah terbuat dari tanah liat, Biasanya tidak ada air di dalamnya. terpancarnya air di dalam tanur itu menjadi suatu tanda bahwa banjir besar akan melanda negeri itu


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 28

فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنْتَ وَمَنْ مَعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

28. Fa-idzaa istawayta anta waman ma’aka ‘alaa alfulki faquli alhamdu lillaahi alladzii najjaanaa mina alqawmi alzhzhaalimiina

28. Apabila kamu dan orang-orang yang bersamamu Telah berada di atas bahtera itu, Maka ucapkanlah: “Segala puji bagi Allah yang Telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 29

وَقُلْ رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ

29. Waqul rabbi anzilnii munzalan mubaarakan wa-anta khayru almunziliina

29. Dan berdoalah: Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 30

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ وَإِنْ كُنَّا لَمُبْتَلِينَ

30. inna fii dzaalika laaayaatin wa-in kunnaa lamubtaliina

30. Sesungguhnya pada (kejadian) itu benar-benar terdapat beberapa tanda (kebesaran Allah), dan Sesungguhnya kami menimpakan azab (kepada kaum Nuh itu)


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 31

ثُمَّ أَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ

31. Tsumma ansya/naa min ba’dihim qarnan aakhariina

31. Kemudian, kami jadikan sesudah mereka umat yang lain[998]

[998] Maksudnya: kaum ‘Aad sebagaimana yang diriwayatkan dari ibnu Abbas, dan Itulah yang dipegangi oleh Jumhur mufassirin, dan Rasul yang diutus dalam kalangan mereka yang disebut dalam ayat 32 berikut ialah Nabi Hud A.S.


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 32

فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ

32. Fa-arsalnaa fiihim rasuulan minhum ani u’buduu allaaha maa lakum min ilaahin ghayruhu afalaa tattaquuna

32. Lalu kami utus kepada mereka, seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri (yang berkata): “Sembahlah Allah oleh kamu sekalian, sekali-kali tidak ada Tuhan selain daripada-Nya. Maka Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 33

وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِلِقَاءِ الْآخِرَةِ وَأَتْرَفْنَاهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا مَا هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُونَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُونَ

33. Waqaala almalau min qawmihi alladziina kafaruu wakadzdzabuu biliqaa-i al-aakhirati wa-atrafnaahum fii alhayaati alddunyaa maa haadzaa illaa basyarun mitslukum ya/kulu mimmaa ta/kuluuna minhu wayasyrabu mimmaa tasyrabuuna

33. Dan berkatalah pemuka-pemuka yang kafir di antara kaumnya dan yang mendustakan akan menemui hari akhirat (kelak) dan yang Telah kami mewahkan mereka dalam kehidupan di dunia: “(Orang) Ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, dia makan dari apa yang kamu makan, dan meminum dari apa yang kamu minum


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 34

وَلَئِنْ أَطَعْتُمْ بَشَرًا مِثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ

34. Wala-in atha’tum basyaran mitslakum innakum idzan lakhaasiruuna

34. Dan Sesungguhnya jika kamu sekalian mentaati manusia yang seperti kamu, niscaya bila demikian, kamu benar-benar (menjadi) orang-orang yang merugi


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 35

أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْ إِذَا مِتُّمْ وَكُنْتُمْ تُرَابًا وَعِظَامًا أَنَّكُمْ مُخْرَجُونَ

35. Aya’idukum annakum idzaa mittum wakuntum turaaban wa’izhaaman annakum mukhrajuuna

35. Apakah ia menjanjikan kepada kamu sekalian, bahwa bila kamu Telah mati dan Telah menjadi tanah dan tulang belulang, kamu Sesungguhnya akan dikeluarkan (dari kuburmu)[999]?

[999] Maksudnya: dikeluarkan dalam keadaan hidup sebagai waktu di dunia


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 36

هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ

36. Hayhaata hayhaata limaa tuu’aduuna

36. Jauh, jauh sekali (dari kebenaran) apa yang diancamkan kepada kamu itu,


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 37

إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ

37. in hiya illaa hayaatunaa alddunyaa namuutu wanahyaa wamaa nahnu bimab’uutsiina

37. Kehidupan itu tidak lain hanyalah kehidupan kita di dunia ini, kita mati dan kita hidup[1000] dan sekali-kali tidak akan dibangkitkan lagi,

[1000] Maksudnya: di samping sebagian dari manusia meninggal dunia, Maka ada manusia yang lain dilahirkan


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 38

إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا وَمَا نَحْنُ لَهُ بِمُؤْمِنِينَ

38. in huwa illaa rajulun iftaraa ‘alaa allaahi kadziban wamaa nahnu lahu bimu/miniina

38. Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, dan kami sekali-kali tidak akan beriman kepadanya”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 39

قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي بِمَا كَذَّبُونِ

39. Qaala rabbi unshurnii bimaa kadzdzabuuni

39. Rasul itu berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku Karena mereka mendustakanku”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 40

قَالَ عَمَّا قَلِيلٍ لَيُصْبِحُنَّ نَادِمِينَ

40. Qaala ‘ammaa qaliilin layushbihunna naadimiina

40. Allah berfirman: “Dalam sedikit waktu lagi pasti mereka akan menjadi orang-orang yang menyesal”


Silahkan Baca Juga : Al Qur’an Al-Mu’minun : Ayat 01-20
Download Gratis : Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 21-40.PDF

[996] Pertolongan yang dipermohonkan oleh Nuh kepada Allah ialah membinasakan kaumnya sehabis-habisnya. lihat selanjutnya surat Nuh ayat 26.

[997] Yang dimaksud dengan tanur ialah semacam alat pemasak roti yang diletakkan di dalam tanah terbuat dari tanah liat, Biasanya tidak ada air di dalamnya. terpancarnya air di dalam tanur itu menjadi suatu alamat bahwa banjir besar akan melanda negeri itu.

[998] Maksudnya: kaum ‘Aad sebagai yang diriwayatkan dari ibnu Abbas, dan Itulah yang dipegangi oleh Jumhur mufassirin, dan Rasul yang diutus dalam kalangan mereka yang disebut dalam ayat 32 berikut ialah nabi Hud A.S.

[999] Maksudnya: dikeluarkan dalam keadaan hidup sebagai waktu di dunia.

[1000] Maksudnya: di samping sebagian dari manusia meninggal dunia, Maka ada manusia yang lain dilahirkan.

Share This:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*