Surah Al-Mu’minun ( Ayat 61-80 ) ~ ~ Bacaan [ Arab – Latin – Terjemah Bahasa Indonesia ]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 61

أُولَٰئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ

61. Ulaa-ika yusaari’uuna fii alkhayraati wah

61. Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya[1009]

[1009] Maksudnya: orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang disebutkan dalam ayat-ayat 57, 58, 59, dan 60 itulah yang bersegera untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan, dan kebaikan-kebaikan itu akan diberikan kepeda mereka dengan segera sejak di dunia ini


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 62

وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

62. Walaa nukallifu nafsan illaa wus’ahaa waladaynaa kitaabun yanthiqu bialhaqqi wahum laa yuzhlamuuna

62. Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi kami ada suatu Kitab yang membicarakan kebenaran[1010], dan mereka tidak dianiaya

[1010] Maksudnya: Kitab tempat malaikat-malaikat menuliskan perbuatan-perbuatan seseorang, biarpun buruk atau baik, yang akan dibacakan di hari kiamat (lihat surat Al-Jatsiyah ayat 29)


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 63

بَلْ قُلُوبُهُمْ فِي غَمْرَةٍ مِنْ هَٰذَا وَلَهُمْ أَعْمَالٌ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ هُمْ لَهَا عَامِلُونَ

63. Bal quluubuhum fii ghamratin min haadzaa walahum a’maalun min duuni dzaalika hum lahaa ‘aamiluuna

63. Tetapi hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini, dan mereka banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan (buruk) selain daripada itu, mereka tetap mengerjakannya


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 64

حَتَّىٰ إِذَا أَخَذْنَا مُتْرَفِيهِمْ بِالْعَذَابِ إِذَا هُمْ يَجْأَرُونَ

64. Hattaa idzaa akhadznaa mutrafiihim bial’adzaabi idzaa hum yaj-aruuna

64. Hingga apabila kami timpakan azab[1011], kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong

[1011] Maksudnya azab di akhirat


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 65

لَا تَجْأَرُوا الْيَوْمَ ۖ إِنَّكُمْ مِنَّا لَا تُنْصَرُونَ

65. Laa taj-aruu alyawma innakum minnaa laa tunsharuuna

65. Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari kami


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 66

قَدْ كَانَتْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ تَنْكِصُونَ

66. Qad kaanat aayaatii tutlaa ‘alaykum fakuntum ‘alaa a’qaabikum tankishuuna

66. Sesungguhnya ayat-ayatKu (Al Quran) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, Maka kamu selalu berpaling ke belakang,


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 67

مُسْتَكْبِرِينَ بِهِ سَامِرًا تَهْجُرُونَ

67. Mustakbiriina bihi saamiran tahjuruuna

67. Dengan menyombongkan diri terhadap Al Quran itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya di waktu kamu bercakap-cakap di malam hari


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 68

أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا الْقَوْلَ أَمْ جَاءَهُمْ مَا لَمْ يَأْتِ آبَاءَهُمُ الْأَوَّلِينَ

68. Afalam yaddabbaruu alqawla am jaa-ahum maa lam ya/ti aabaa-ahumu al-awwaliina

68. Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami), atau apakah Telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 69

أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ

69. Am lam ya’rifuu rasuulahum fahum lahu munkiruuna

69. Ataukah mereka tidak mengenal Rasul mereka, Karena itu mereka memungkirinya?


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 70

أَمْ يَقُولُونَ بِهِ جِنَّةٌ ۚ بَلْ جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ

70. Am yaquuluuna bihi jinnatun bal jaa-ahum bialhaqqi wa-aktsaruhum lilhaqqi kaarihuuna

70. Atau (apakah patut) mereka berkata: “Padanya (Muhammad) ada penyakit gila.” Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran itu


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 71

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ

71. Walawi ittaba’a alhaqqu ahwaa-ahum lafasadati alssamaawaatu waal-ardhu waman fiihinna bal ataynaahum bidzikrihim fahum ‘an dzikrihim mu’ridhuuna

71. Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 72

أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

72. Am tas-aluhum kharjan fakharaaju rabbika khayrun wahuwa khayru alrraaziqiina

72. Atau kamu meminta upah kepada mereka?”, Maka upah dari Tuhanmu[1012] adalah lebih baik, dan dia adalah pemberi rezki yang paling baik.

[1012] Yang dimaksudkan upah dari Tuhan ialah rezki yang dianugrahkan Tuhan di dunia, dan pahala di akhirat


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 73

وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

73. Wa-innaka latad’uuhum ilaa shiraathin mustaqiimin

73. Dan Sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 74

وَإِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ عَنِ الصِّرَاطِ لَنَاكِبُونَ

74. Wa-inna alladziina laa yu/minuuna bial-aakhirati ‘ani alshshiraathi lanaakibuuna

74. Dan Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus)


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 75

وَلَوْ رَحِمْنَاهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِمْ مِنْ ضُرٍّ لَلَجُّوا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ

75. Walaw rahimnaahum wakasyafnaa maa bihim min dhurrin lalajjuu fii thughyaanihim ya’mahuuna

75. Andaikata mereka kami belas kasihani, dan kami lenyapkan kemudharatan yang mereka alami[1013], benar-benar mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam keterlaluan[1014] mereka

[1013] Maksudnya: bahaya kelaparan. pernah kaum musyrikin itu mengalami kelaparan, karena tidak datangnya bahan makanan dari Yaman, ke Mekah, sedang Mekah dengan sekitarnyapun dalam keadaan paceklik, hingga amat melaratlah mereka di waktu itu

[1014] Yang dimaksud dengan thughyaan (keterlaluan) dalam ayat Ini ialah kekafiran yang sangat, kesombongan dan permusuhan terhadap Nabi Muhammad S.A.W. dan kaum muslimin yang kesemuanya telah melampaui batas perikemanusiaan


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 76

وَلَقَدْ أَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ فَمَا اسْتَكَانُوا لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ

76. Walaqad akhadznaahum bial’adzaabi famaa istakaanuu lirabbihim wamaa yatadharra’uuna

76. Dan Sesungguhnya kami Telah pernah menimpakan azab kepada mereka[1015], Maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri

[1015] Yang dimaksud dengan azab tersebut antara lain kekalahan mereka pada peperangan Badar, yang dalam peperangan itu orang-orang yang terkemuka dari mereka banyak terbunuh atau ditawan, dan musim kering yang menimpa mereka, hingga mereka menderita kelaparan. (lihat ayat 75)


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 77

حَتَّىٰ إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا ذَا عَذَابٍ شَدِيدٍ إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ

77. Hattaa idzaa fatahnaa ‘alayhim baaban dzaa ‘adzaabin syadiidin idzaa hum fiihi mublisuuna

77. Hingga apabila kami bukakan untuk mereka suatu pintu tempat azab yang amat sangat (di waktu itulah) tiba-tiba mereka menjadi putus asa


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 78

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ

78. Wahuwa alladzii ansya-a lakumu alssam’a waal-abshaara waal-af-idata qaliilan maa tasykuruuna

78. Dan dialah yang Telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. amat sedikitlah kamu bersyukur[1016]

[1016] Yang dimaksud dengan bersyukur di ayat ini ialah menggunakan alat-alat tersebut untuk memperhatikan bukti-bukti kebesaran dan keesaan Allah, yang dapat membawa mereka beriman kepada Allah S.W.T. serta taat dan patuh kepada-Nya. kaum musyrikin memang tidak berbuat demikian


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 79

وَهُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

79. Wahuwa alladzii dzara-akum fii al-ardhi wa-ilayhi tuhsyaruuna

79. Dan dialah yang menciptakan serta mengembang biakkan kamu di bumi Ini dan kepada-Nyalah kamu akan dihimpunkan


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 80

وَهُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ وَلَهُ اخْتِلَافُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

80. Wahuwa alladzii yuhyii wayumiitu walahu ikhtilaafu allayli waalnnahaari afalaa ta’qiluuna

80. Dan dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?


Silahkan Baca Juga : Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 41-60
Download Gratis : Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 61-80.PDF

[1009] Maksudnya: orang-orang yang mempunyai sifat-sifat yang disebutkan dalam ayat-ayat 57, 58, 59, dan 60 Itulah yang bersegera untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan, dan kebaikan-kebaikan itu akan diberikan kepeda mereka dengan segera sejak di dunia ini.

[1010] Maksudnya: Kitab tempat malaikat-malaikat menuliskan perbuatan-perbuatan seseorang, biarpun buruk atau baik, yang akan dibacakan di hari kiamat (lihat surat Al-Jatsiyah ayat 29).

[1011] Maksudnya azab di akhirat.

[1012] Yang dimaksudkan upah dari Tuhan ialah rezki yang dianugrahkan Tuhan di dunia, dan pahala di akhirat.

[1013] Maksudnya: bahaya kelaparan. pernah kaum musyrikin itu mengalami kelaparan, Karena tidak datangnya bahan makanan dari Yaman, ke Mekah, sedang Mekah dengan sekitarnyapun dalam keadaan paceklik, hingga amat melaratlah mereka di waktu itu.

[1014] Yang dimaksud dengan thughyaan (keterlaluan) dalam ayat Ini ialah kekafiran yang sangat, kesombongan dan permusuhan terhadap Nabi Muhammad S.A.W. dan kaum muslimin yang kesemuanya Telah melampaui batas perikemanusiaan.

[1015] Yang dimaksud dengan azab tersebut antara lain kekalahan mereka pada peperangan Badar, yang dalam peperangan itu orang-orang yang terkemuka dari mereka banyak terbunuh atau ditawan, dan musim kering yang menimpa mereka, hingga mereka menderita kelaparan. (lihat ayat 75).

[1016] Yang dimaksud dengan bersyukur di ayat Ini ialah menggunakan alat-alat tersebut untuk memperhatikan bukti-bukti kebesaran dan keesaan Allah, yang dapat membawa mereka beriman kepada Allah S.W.T. serta taat dan patuh kepada-Nya. kaum musyrikin memang tidak berbuat demikian.

Share This:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*