Surah Al-Mu’minun ( Ayat 81-100 ) ~ ~ Bacaan [ Arab – Latin – Terjemah Bahasa Indonesia ]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 81

بَلْ قَالُوا مِثْلَ مَا قَالَ الْأَوَّلُونَ

81. Bal qaaluu mitsla maa qaala al-awwaluuna

81. Sebenarnya mereka mengucapkan perkataan yang serupa dengan perkataan yang diucapkan oleh orang-orang dahulu kala


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 82

قَالُوا أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ

82. Qaaluu a-idzaa mitnaa wakunnaa turaaban wa’izhaaman a-innaa lamab’uutsuuna

82. Mereka berkata: “Apakah betul, apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan ?


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 83

لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَآبَاؤُنَا هَٰذَا مِنْ قَبْلُ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

83. Laqad wu’idnaa nahnu waaabaaunaa haadzaa min qablu in haadzaa illaa asaathiiru al-awwaliina

83. Sesungguhnya kami dan bapak-bapak kami telah diberi ancaman (dengan) ini[1017] dahulu, ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu kala!”

[1017] Maksudnya diancam dengan hari berbangkit


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 84

قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

84. Qul limani al-ardhu waman fiihaa in kuntum ta’lamuuna

84. Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 85

سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

85. Sayaquuluuna lillaahi qul afalaa tadzakkaruuna

85. Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 86

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

86. Qul man rabbu alssamaawaati alssab’i warabbu al’arsyi al’azhiimi

86. Katakanlah: “Siapakah yang Empunya langit yang tujuh dan yang Empunya ‘Arsy yang besar?”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 87

سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

87. Sayaquuluuna lillaahi qul afalaa tattaquuna

87. Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 88

قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

88. Qul man biyadihi malakuutu kulli syay-in wahuwa yujiiru walaa yujaaru ‘alayhi in kuntum ta’lamuuna

88. Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab)-Nya, jika kamu mengetahui?”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 89

سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ

89. Sayaquuluuna lillaahi qul fa-annaa tusharuuna

89. Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), Maka dari jalan manakah kamu ditipu?”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 90

بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِالْحَقِّ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

90. Bal ataynaahum bialhaqqi wa-innahum lakaadzibuuna

90. Sebenarnya kami Telah membawa kebenaran[1018] kepada mereka, dan Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta

[1018] Yang dimaksud dengan kebenaran dalam ayat ini ialah kepercayaan tentang tauhid dan hari berbangkit


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 91

مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَٰهٍ ۚ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ

91. Maa ittakhadza allaahu min waladin wamaa kaana ma’ahu min ilaahin idzan ladzahaba kullu ilaahin bimaa khalaqa wala’alaa ba’dhuhum ‘alaa ba’dhin subhaana allaahi ‘ammaa yashifuuna

91. Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada Tuhan beserta-Nya, masing-masing Tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu,


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 92

عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

92. ‘Aalimi alghaybi waalsysyahaadati fata’aalaa ‘ammaa yusyrikuuna

92. Yang mengetahui semua yang ghaib[1019] dan semua yang nampak, Maka Maha Tinggilah dia dari apa yang mereka persekutukan

[1019] Yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. percaya kepada yang ghaib yaitu, mengi’tikadkan adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, Karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah, malaikat-malaikat, hari akhirat dan sebagainya


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 93

قُلْ رَبِّ إِمَّا تُرِيَنِّي مَا يُوعَدُونَ

93. Qul rabbi immaa turiyannii maa yuu’aduuna

93. Katakanlah: “Ya Tuhanku, jika Engkau sungguh-sungguh hendak memperlihatkan kepadaku azab yang diancamkan kepada mereka,


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 94

رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِي فِي الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

94. Rabbi falaa taj’alnii fii alqawmi alzhzhaalimiina

94. Ya Tuhanku, Maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 95

وَإِنَّا عَلَىٰ أَنْ نُرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقَادِرُونَ

95. Wa-innaa ‘alaa an nuriyaka maa na’iduhum laqaadiruuna

95. Dan Sesungguhnya kami benar-benar Kuasa untuk memperlihatkan kepadamu apa yang kami ancamkan kepada mereka


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 96

ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ

96. idfa’ biallatii hiya ahsanu alssayyi-ata nahnu a’lamu bimaa yashifuuna

96. Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan[1020]

[1020] Maksudnya: perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan kaum musyrikin yang tidak baik itu hendaklah dihadapi oleh nabi dengan yang baik, umpama dengan memaafkannya, asal tidak membawa kepada Kelemahan dan kemunduran dakwah


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 97

وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ

97. Waqul rabbi a’uudzu bika min hamazaati alsysyayaathiini

97. Dan Katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 98

وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

98. Wa-a’uudzu bika rabbi an yahduruuni

98. Dan Aku berlindung (pula) kepada Engkau Ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku”


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 99

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ

99. Hattaa idzaa jaa-a ahadahumu almawtu qaala rabbi irji’uuni

99. (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia)[1021],

[1021] Maksudnya: orang-orang kafir di waktu menghadapi sakratul maut, minta supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman


Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 100

لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

100. La’allii a’malu shaalihan fiimaa taraktu kallaa innahaa kalimatun huwa qaa-iluhaa wamin waraa-ihim barzakhun ilaa yawmi yub’atsuuna

100. Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan[1022]

[1022] Maksudnya: mereka sekarang telah menghadapi suatu kehidupan baru, yaitu kehidupan dalam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat


Silahkan Baca Juga : Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 61-80
Download Gratis : Al Qur’an Surah Al-Mu’minun : Ayat 81-100.PDF

[1017] Maksudnya diancam dengan hari berbangkit.

[1018] Yang dimaksud dengan kebenaran dalam ayat Ini ialah kepercayaan tentang tauhid dan hari berbangkit.

[1019] Yang ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. percaya kepada yang ghaib yaitu, mengi’tikadkan adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat ditangkap oleh pancaindera, Karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya, seperti: adanya Allah, malaikat-malaikat, hari akhirat dan sebagainya

[1020] Maksudnya: perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan kaum musyrikin yang tidak baik itu hendaklah dihadapi oleh nabi dengan yang baik, umpama dengan memaafkannya, Asal tidak membawa kepada Kelemahan dan kemunduran dakwah.

[1021] Maksudnya: orang-orang kafir di waktu menghadapi sakratul maut, minta supaya diperpanjang umur mereka, agar mereka dapat beriman.

[1022] Maksudnya: mereka sekarang Telah menghadapi suatu kehidupan baru, yaitu kehidupan dalam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat.

Share This:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*