Surah As-Saffat ( Ayat 101-120 ) ~ ~ Bacaan [ Arab – Latin – Terjemah Bahasa Indonesia ]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 101

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ

101. Fabasysyarnaahu bighulaamin haliimin

101. Maka kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar[1283]

[1283] Yang dimaksud ialah Nabi Ismail A.S.


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 102

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

102. Falammaa balagha ma’ahu alssa’ya qaala yaa bunayya innii araa fii almanaami annii adzbahuka faunzhur maatsaa taraa qaala yaa abati if’al maa tu/maru satajidunii in syaa-a allaahu mina alshshaabiriina

102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 103

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ

103. Falammaa aslamaa watallahu liljabiini

103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya )


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 104

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ

104. Wanaadaynaahu an yaa ibraahiimu

104. Dan kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 105

قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

105. Qad shaddaqta alrru’yaa innaa kadzaalika najzii almuhsiniina

105. Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu[1284] Sesungguhnya Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik

[1284] Yang dimaksud dengan membenarkan mimpi ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah S.W.T. dan wajib melaksana-kannya


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 106

إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ

106. inna haadzaa lahuwa albalaau almubiinu

106. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 107

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

107. Wafadaynaahu bidzibhin ‘azhiimin

107. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar[1285]

[1285] Sesudah nyata kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim A.S. dan Ismail A.S. Maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya qurban yang dilakukan pada hari raya haji


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 108

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآخِرِينَ

108. Wataraknaa ‘alayhi fii al-aakhiriina

108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian,


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 109

سَلَامٌ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ

109. Salaamun ‘alaa ibraahiima

109. (yaitu)”Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim”


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 110

كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ

110. Kadzaalika najzii almuhsiniina

110. Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 111

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ

111. innahu min ‘ibaadinaa almu’miniina

111. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba kami yang beriman


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 112

وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَ نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ

112. Wabasysyarnaahu bi-ishaaqa nabiyyan mina alshshaalihiina

112. Dan kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 113

وَبَارَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلَىٰ إِسْحَاقَ ۚ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَظَالِمٌ لِنَفْسِهِ مُبِينٌ

113. Wabaaraknaa ‘alayhi wa’alaa ishaaqa wamin dzurriyyatihimaa muhsinun wazhaalimun linafsihi mubiinun

113. Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 114

وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

114. Walaqad manannaa ‘alaa muusaa wahaaruuna

114. Dan Sesungguhnya kami Telah melimpahkan nikmat atas Musa dan Harun


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 115

وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ

115. Wanajjaynaahumaa waqawmahumaa mina alkarbi al’azhiimi

115. Dan kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 116

وَنَصَرْنَاهُمْ فَكَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ

116. Wanasharnaahum fakaanuu humu alghaalibiina

116. Dan kami tolong mereka, Maka jadilah mereka orang-orang yang menang


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 117

وَآتَيْنَاهُمَا الْكِتَابَ الْمُسْتَبِينَ

117. Waaataynaahumaa alkitaaba almustabiina

117. Dan kami berikan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 118

وَهَدَيْنَاهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

118. Wahadaynaahumaa alshshiraatha almustaqiima

118. Dan kami tunjuki keduanya ke jalan yang lurus


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 119

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِي الْآخِرِينَ

119. Wataraknaa ‘alayhimaa fii al-aakhiriina

119. Dan kami abadikan untuk keduanya (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang datang kemudian;


Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 120

سَلَامٌ عَلَىٰ مُوسَىٰ وَهَارُونَ

120. Salaamun ‘alaa muusaa wahaaruuna

120. (yaitu): “Kesejahteraan dilimpahkan atas Musa dan Harun”


Silahkan Baca Juga : Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 81-100
Download Gratis : Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 101-120.PDF

[1283] Yang dimaksud ialah Nabi Ismail A.S.

[1284] Yang dimaksud dengan membenarkan mimpi ialah mempercayai bahwa mimpi itu benar dari Allah S.W.T. dan wajib melaksana-kannya

[1285] Sesudah nyata kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim A.S. dan Ismail A.S. Maka Allah melarang menyembelih Ismail dan untuk meneruskan korban, Allah menggantinya dengan seekor sembelihan (kambing). peristiwa Ini menjadi dasar disyariatkannya qurban yang dilakukan pada hari raya haji

Share This:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*