Surah Shaad ( Ayat 01-20 ) ~ ~ Bacaan [ Arab – Latin – Terjemah Bahasa Indonesia ]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 01

ص ۚ وَالْقُرْآنِ ذِي الذِّكْرِ

01. Shaad waalqur-aani dzii aldzdzikri

01. Shaad, demi Al Quran yang mempunyai keagungan


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 02

بَلِ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي عِزَّةٍ وَشِقَاقٍ

02. Bali alladziina kafaruu fii ‘izzatin wasyiqaaqin

02. Sebenarnya orang-orang kafir itu (berada) dalam kesombongan dan permusuhan yang sengit


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 03

كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ فَنَادَوْا وَلَاتَ حِينَ مَنَاصٍ

03. Kam ahlaknaa min qablihim min qarnin fanaadaw walaata hiina manaasin

03. Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 04

وَعَجِبُوا أَنْ جَاءَهُمْ مُنْذِرٌ مِنْهُمْ ۖ وَقَالَ الْكَافِرُونَ هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ

04. Wa’ajibuu an jaa-ahum mundzirun minhum waqaala alkaafiruuna haatsa saahirun kadzdzaabun

04. Dan mereka heran karena mereka kedatangan seorang pemberi peringatan (rasul) dari kalangan mereka; dan orang-orang kafir berkata: “Ini adalah seorang ahli sihir yang banyak berdusta”


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 05

أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ

05. Aja’ala al-aalihata ilaahan waahidan inna haadzaa lasyay-un ‘ujaabun

05. Mengapa ia menjadikan tuhan-tuhan itu Tuhan yang satu saja? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat mengherankan


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 06

وَانْطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَىٰ آلِهَتِكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ

06. Wainthalaqa almalau minhum ani imsyuu waishbiruu ‘alaa aalihatikum inna haadzaa lasyay-un yuraadu

06. Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata): “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki[1296]

[1296] Maksudnya: menurut orang-orang kafir bahwa menyembah tuhan-tuhan itulah yang Sebenarnya dikehendaki oleh Allah


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 07

مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي الْمِلَّةِ الْآخِرَةِ إِنْ هَٰذَا إِلَّا اخْتِلَاقٌ

07. Maa sami’naa bihaadzaa fii almillati al-aakhirati in haadzaa illaa ikhtilaaqun

07. Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir[1297]; ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,

[1297] Yang dimaksud oleh orang-orang kafir Quraisy dengan agama yang terakhir Haritsah ialah agama Nasrani yang menigakan Tuhan


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 08

أَأُنْزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِنْ بَيْنِنَا ۚ بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِنْ ذِكْرِي ۖ بَلْ لَمَّا يَذُوقُوا عَذَابِ

08. Aunzila ‘alayhi aldzdzikru min bayninaa bal hum fii syakkin min dzikrii bal lammaa yadzuuquu ‘adzaabi

08. Mengapa Al Quran itu diturunkan kepadanya di antara kita?” Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al Quran-Ku, dan Sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 09

أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ الْعَزِيزِ الْوَهَّابِ

09. Am ‘indahum khazaa-inu rahmati rabbika al’aziizi alwahhaabi

09. Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu yang Maha Perkasa lagi Maha pemberi ?


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 10

أَمْ لَهُمْ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ فَلْيَرْتَقُوا فِي الْأَسْبَابِ

10. Am lahum mulku alssamaawaati waal-ardhi wamaa baynahumaa falyartaquu fii al-asbaabi

10. Atau apakah bagi mereka kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? (jika ada), Maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit)


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 11

جُنْدٌ مَا هُنَالِكَ مَهْزُومٌ مِنَ الْأَحْزَابِ

11. Jundun maa hunaalika mahzuumun mina al-ahzaabi

11. Suatu tentara yang besar yang berada disana dari golongan- golongan yang berserikat, pasti akan dikalahkan[1298]

[1298] Ayat ini menceritakan peperangan Khandak dimana terdapat tentara yang terdiri dari beberapa golongan yaitu golongan kaum musyrikin,Yahudi dan beberapa kabilah Arab yang menyerang kaum muslimin di Madinah. peperangan ini berakhir dengan kocar-kacirnya tentara mereka. sebahagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud di sini ialah peperangan Badar


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 12

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ ذُو الْأَوْتَادِ

12. Kadzdzabat qablahum qawmu nuuhin wa’aadun wafir’awnu dzuu al-awtaadi

12. Telah mendustakan (rasul-rasul pula) sebelum mereka itu kaum Nuh, ‘Aad, Fir’aun yang mempunyai tentara yang banyak,


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 13

وَثَمُودُ وَقَوْمُ لُوطٍ وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ ۚ أُولَٰئِكَ الْأَحْزَابُ

13. Watsamuudu waqawmu luuthin wa-ash-haabu al-aykati ulaa-ika al-ahzaabu

13. Dan Tsamud, kaum Luth dan penduduk Aikah[1299]. mereka itulah golongan-golongan yang bersekutu (menentang rasul-rasul)

[1299] Yang dimaksud dengan Penduduk Aikah ialah penduduk Mad-yan yaitu kaum Nabi Syu’aib A.S.


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 14

إِنْ كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ

14. in kullun illaa kadzdzaba alrrusula fahaqqa ‘iqaabi

14. Semua mereka itu tidak lain hanyalah mendustakan rasul-rasul, Maka Pastilah (bagi mereka) azab-Ku


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 15

وَمَا يَنْظُرُ هَٰؤُلَاءِ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً مَا لَهَا مِنْ فَوَاقٍ

15. Wamaa yanzhuru haaulaa-i illaa shayhatan waahidatan maa lahaa min fawaaqin

15. Tidaklah yang mereka tunggu melainkan Hanya satu teriakan saja yang tidak ada baginya saat berselang[1300]

[1300] Satu teriakan itu ialah untuk tanda hari kiamat dan teriakan ini amat keras dan cepat


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 16

وَقَالُوا رَبَّنَا عَجِّلْ لَنَا قِطَّنَا قَبْلَ يَوْمِ الْحِسَابِ

16. Waqaaluu rabbanaa ‘ajjil lanaa qiththhanaa qabla yawmi alhisaabi

16. Dan mereka berkata: “Ya Tuhan kami cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan bagi kami sebelum hari berhisab”


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 17

اصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَاذْكُرْ عَبْدَنَا دَاوُودَ ذَا الْأَيْدِ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ

17. ishbir ‘alaa maa yaquuluuna waudzkur ‘abdanaa daawuuda dzaa al-aydi innahu awwaabun

17. Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba kami Daud yang mempunyai kekuatan; Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan)


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 18

إِنَّا سَخَّرْنَا الْجِبَالَ مَعَهُ يُسَبِّحْنَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِشْرَاقِ

18. innaa sakhkharnaa aljibaala ma’ahu yusabbihna bial’asyiyyi waal-isyraaqi

18. Sesungguhnya kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 19

وَالطَّيْرَ مَحْشُورَةً ۖ كُلٌّ لَهُ أَوَّابٌ

19. Waalththhayra mahsyuuratan kullun lahu awwaabun

19. Dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. masing-masingnya amat taat kepada Allah


Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 20

وَشَدَدْنَا مُلْكَهُ وَآتَيْنَاهُ الْحِكْمَةَ وَفَصْلَ الْخِطَابِ

20. Wasyadadnaa mulkahu waaataynaahu alhikmata wafashla alkhithaabi

20. Dan kami kuatkan kerajaannya dan kami berikan kepadanya hikmah[1301]dan kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan

[1301] Yang dimaksud hikmah di sini ialah kenabian, kesempurnaan ilmu dan ketelitian amal perbuatan


Silahkan Baca Juga : Al Qur’an Surah As-Saffat : Ayat 161-182
Download Gratis : Al Qur’an Surah Shaad : Ayat 01-20.PDF

[1296] Maksudnya: menurut orang-orang kafir bahwa menyembah tuhan-tuhan itulah yang Sebenarnya dikehendaki oleh Allah

[1297] Yang dimaksud oleh orang-orang kafir Quraisy dengan agama yang terakhir Haritsah ialah agama Nasrani yang menigakan Tuhan

[1298] Ayat ini menceritakan peperangan Khandak dimana terdapat tentara yang terdiri dari beberapa golongan yaitu golongan kaum musyrikin,Yahudi dan beberapa kabilah Arab yang menyerang kaum muslimin di Madinah. peperangan ini berakhir dengan kocar-kacirnya tentara mereka. sebahagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang dimaksud di sini ialah peperangan Badar

[1299] Yang dimaksud dengan Penduduk Aikah ialah penduduk Mad-yan yaitu kaum Nabi Syu’aib A.S.

[1300] Satu teriakan itu ialah untuk tanda hari kiamat dan teriakan ini amat keras dan cepat

[1301] Yang dimaksud hikmah di sini ialah kenabian, kesempurnaan ilmu dan ketelitian amal perbuatan

 

Share This:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*