Surah Az-Zukhruf ( Ayat 21-40 ) ~ ~ Bacaan [ Arab – Latin – Terjemah Bahasa Indonesia ]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 21

أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا مِنْ قَبْلِهِ فَهُمْ بِهِ مُسْتَمْسِكُونَ

21. Am aataynaahum kitaaban min qablihi fahum bihi mustamsikuuna

21. Atau Adakah kami memberikan sebuah Kitab kepada mereka sebelum Al Quran, lalu mereka berpegang dengan Kitab itu ?


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 22

بَلْ قَالُوا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ

22. Bal qaaluu innaa wajadnaa aabaa-anaa ‘alaa ummatin wa-innaa ‘alaa aatsaarihim muhtaduuna

22. Bahkan mereka berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan Sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka”


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 23

وَكَذَٰلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِنْ نَذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُقْتَدُونَ

23. Wakadzaalika maa arsalnaa min qablika fii qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuhaa innaa wajadnaa aabaa-anaa ‘alaa ummatin wa-innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduuna

23. Dan Demikianlah, kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapak- bapak kami menganut suatu agama dan Sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 24

قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكُمْ بِأَهْدَىٰ مِمَّا وَجَدْتُمْ عَلَيْهِ آبَاءَكُمْ ۖ قَالُوا إِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ

24. Qaala awa law ji’tukum bi-ahdaa mimmaa wajadtum ‘alayhi aabaa-akum qaaluu innaa bimaa ursiltum bihi kaafiruuna

24. (Rasul itu) berkata: “Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?” mereka menjawab: “Sesungguhnya kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya”


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 25

فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْ ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

25. Faintaqamnaa minhum faunzhur kayfa kaana ‘aaqibatu almukadzdzibiina

25. Maka kami binasakan mereka Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 26

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ إِنَّنِي بَرَاءٌ مِمَّا تَعْبُدُونَ

26. Wa-idz qaala ibraahiimu li-abiihi waqawmihi innanii baraaun mimmaa ta’buduuna

26. Dan ingatlah ketika Ibrahim Berkata kepada bapaknya[1353] dan kaumnya: “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu sembah[1354],

[1353] Di antara Mufassirin ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Abiihi (bapaknya) ialah pamannya

[1354] Maksudnya: Nabi Ibrahim A.S. tidak menyembah berhala-berhala yang disembah kaumnya


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 27

إِلَّا الَّذِي فَطَرَنِي فَإِنَّهُ سَيَهْدِينِ

27. illaa alladzii fatharanii fa-innahu sayahdiini

27. Tetapi (aku menyembah) Tuhan yang menjadikanku; Karena Sesungguhnya dia akan memberi hidayah kepadaku”


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 28

وَجَعَلَهَا كَلِمَةً بَاقِيَةً فِي عَقِبِهِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

28. Waja’alahaa kalimatan baaqiyatan fii ‘aqibihi la’allahum yarji’uuna

28. Dan (lbrahim A. S.) menjadikan kalimat tauhid itu kalimat yang kekal pada keturunannya supaya mereka kembali kepada kalimat tauhid itu[1355]

[1355] Maksudnya: Nabi Ibrahim A.S. menjadikan kalimat tauhid sebagai pegangan bagi keturunannya sehingga kalau terdapat di antara mereka yang mempersekutukan Allah agar mereka kembali kepada Tauhid itu


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 29

بَلْ مَتَّعْتُ هَٰؤُلَاءِ وَآبَاءَهُمْ حَتَّىٰ جَاءَهُمُ الْحَقُّ وَرَسُولٌ مُبِينٌ

29. Bal matta’tu haaulaa-i waaabaa-ahum hattaa jaa-ahumu alhaqqu warasuulun mubiinun

29. Tetapi Aku Telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan bapak-bapak mereka sehingga datanglah kepada mereka kebenaran (Al Quran) dan seorang Rasul yang memberi penjelasan[1356]

[1356] Di antara keturunan Nabi Ibrahim A.S. itu ada yang melupakan tauhid dan Allah tidak mengazab mereka tetapi memberikan kenikmatan dan kehidupan kepada mereka yang seharusnya mereka syukuri. mereka tidak mensyukurinya malahan menurutkan hawa nafsu, Karena itu Allah menurunkan Al Quran dan mengutus seorang Rasul untuk membimbing mereka


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 30

وَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ وَإِنَّا بِهِ كَافِرُونَ

30. Walammaa jaa-ahumu alhaqqu qaaluu haadzaa sihrun wa-innaa bihi kaafiruuna

30. Dan tatkala kebenaran (Al Quran) itu datang kepada mereka, mereka berkata: “Ini adalah sihir dan Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang mengingkarinya”


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 31

وَقَالُوا لَوْلَا نُزِّلَ هَٰذَا الْقُرْآنُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِنَ الْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ

31. Waqaaluu lawlaa nuzzila haadzaa alqur-aanu ‘alaa rajulin mina alqaryatayni ‘azhiimun

31. Dan mereka berkata: “Mengapa Al Quran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Thaif) ini[1357]?”

[1357] Mereka mengingkari wahyu dan Kenabian Muhammad S.A.W., Karena menurut pikiran mereka, seorang yang diutus menjadi Rasul itu hendaklah seorang yang Kaya raya dan berpengaruh


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 32

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَاتٍ لِيَتَّخِذَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا سُخْرِيًّا ۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

32. Ahum yaqsimuuna rahmata rabbika nahnu qasamnaa baynahum ma’iisyatahum fii alhayaati alddunyaa warafa’naa ba’dhahum fawqa ba’dhin darajaatin liyattakhidza ba’dhuhum ba’dhan sukhriyyan warahmatu rabbika khayrun mimmaa yajma’uuna

32. Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? kami Telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami Telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 33

وَلَوْلَا أَنْ يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَجَعَلْنَا لِمَنْ يَكْفُرُ بِالرَّحْمَٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِنْ فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ

33. Walawlaa an yakuuna alnnaasu ummatan waahidatan laja’alnaa liman yakfuru bialrrahmaani libuyuutihim suqufan min fidhdhatin wama’aarija ‘alayhaa yazhharuuna

33. Dan sekiranya bukan Karena hendak menghindari manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), tentulah kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada Tuhan yang Maha Pemurah loteng-loteng perak bagi rumah mereka dan (juga) tangga-tangga (perak) yang mereka menaikinya


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 34

وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ

34. Walibuyuutihim abwaaban wasururan ‘alayhaa yattaki-uuna

34. Dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka dan (begitu pula) dipan-dipan yang mereka bertelekan atasnya


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 35

وَزُخْرُفًا ۚ وَإِنْ كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَالْآخِرَةُ عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ

35. Wazukhrufan wa-in kullu dzaalika lammaa mataa’u alhayaati alddunyaa waal-aakhiratu ‘inda rabbika lilmuttaqiina

35. Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka). dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 36

وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

36. Waman ya’syu ‘an dzikri alrrahmaani nuqayyidh lahu syaythaanan fahuwa lahu qariinun

36. Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 37

وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ

37. Wa-innahum layashudduunahum ‘ani alssabiili wayahsabuuna annahum muhtaduuna

37. Dan Sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 38

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ

38. Hattaa idzaa jaa-anaa qaala yaa layta baynii wabaynaka bu’da almasyriqayni fabi’sa alqariinu

38. Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada kami (di hari kiamat) dia berkata: “Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan maghrib, Maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)”


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 39

وَلَنْ يَنْفَعَكُمُ الْيَوْمَ إِذْ ظَلَمْتُمْ أَنَّكُمْ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ

39. Walan yanfa’akumu alyawma idz zhalamtum annakum fii al’adzaabi musytarikuuna

39. (Harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu di hari itu Karena kamu Telah menganiaya (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu bersekutu dalam azab itu


Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 40

أَفَأَنْتَ تُسْمِعُ الصُّمَّ أَوْ تَهْدِي الْعُمْيَ وَمَنْ كَانَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

40. Afa-anta tusmi’u alshshumma aw tahdii al’umya waman kaana fii dhalaalin mubiinin

40. Maka apakah kamu dapat menjadikan orang yang pekak bisa mendengar atau (dapatkah) kamu memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya) dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?


Silahkan Baca Juga : Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 01-20
Download Gratis : Al Qur’an Surah Az-Zukhruf : Ayat 21-40.PDF

[1353] Di antara Mufassirin ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan Abiihi (bapaknya) ialah pamannya

[1354] Maksudnya: Nabi Ibrahim A.S. tidak menyembah berhala-berhala yang disembah kaumnya

[1355] Maksudnya: Nabi Ibrahim A.S. menjadikan kalimat tauhid sebagai pegangan bagi keturunannya sehingga kalau terdapat di antara mereka yang mempersekutukan Allah agar mereka kembali kepada Tauhid itu

[1356] Di antara keturunan Nabi Ibrahim A.S. itu ada yang melupakan tauhid dan Allah tidak mengazab mereka tetapi memberikan kenikmatan dan kehidupan kepada mereka yang seharusnya mereka syukuri. mereka tidak mensyukurinya malahan menurutkan hawa nafsu, Karena itu Allah menurunkan Al Quran dan mengutus seorang Rasul untuk membimbing mereka

[1357] Mereka mengingkari wahyu dan Kenabian Muhammad S.A.W., Karena menurut pikiran mereka, seorang yang diutus menjadi Rasul itu hendaklah seorang yang Kaya raya dan berpengaruh

Share This:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*